Do you have a Facebook?

Posted in News Info on 20/06/2010 by slamet wibowo

Di Indonesia, dulu traffik Facebook (FB) mungkin sedikit kalah bila dibandingkan dengan Friendster (FS). Akan tetapi, hal itu bukan halangan bagi anda untuk menjadi member Facebook. Apalagi kini Facebook sedikit demi sedikit mulai mendapat perhatian lebih di Indonesia. Anda bisa lihat sendiri sebuah acara di salah satu televisi swasta nasional mempergunakan Facebook sebagai sarana untuk menyampaikan saran dan opini penontonnya. Itu menandakan bahwa Facebook memang layak untuk anda jadikan sebagai rumah virtual di web.

Facebook adalah salah satu dari sekian banyak Online Social Networking atau Situs Jejaring Sosial yang ada di jagad web. Bila anda sebelumnya telah mengenal MySpace atau Friendster, maka Facebook pun tak jauh berbeda seperti kedua Online Social Networking tersebut. Facebook pertama kali hadir pada bulan Februari 2004 dengan Mark Zuckerberg sebagai pendirinya. Di awal-awal berdirinya, Facebook hanya ditujukan untuk kalangan Mahasiswa Universitas Harvard. Baru di tahun 2005 Facebook membuka keanggotaan untuk kalangan anak sekolah. Setahun kemudian tepatnya tahun 2006 Facebook membuka keanggotaan secara universal alias siapa saja, dari belahan bumi manapun , orang bisa bergabung dengan Facebook

Fitur-fitur menarik yang bisa anda dapatkan di Facebook antara lain :

  • Anda bisa membuat profile sesuai dengan keinginan dan kepribadian anda, dan memperlihatkan kepada orang lain siapa anda melalui widget-widget yang bisa anda atur sesuai selera.
  • Add Friends dan memberikan comment pada member lain di Facebook
  • Join group, dan melakukan diskusi
  • Search Friends
  • Dan fitur-fitur lainnya

Kenapa Harus Bergabung dengan Facebook?

Alasan terpentingnya adalah untuk ukhuwah & silaturahmi. Facebook merupakan Online Social Networking dengan perkembangan yang paling pesat di jagad web dibandingkan dengan yang lainnya, karena itu Facebook menjadi tempat yang tepat untuk anda bisa terus menjalin hubungan silaturahmi dan komunikasi dengan teman maupun keluarga anda.

Satu hal lagi, saat ini banyak sekali artis, bintang film, musisi bahkan politisi-politisi terkenal yang mempergunakan Facebook sebagai sarana untuk lebih mendekatkan dirinya dengan para Fans setia di seluruh dunia. Jadi, bila anda ingin lebih mendekatkan diri dengan tokoh, artis atau musisi favorit anda, maka Facebook adalah tempat yang cocok untuk anda jadikan pilihan sebagai rumah virtual anda di jagad web.

The Cashflow Quadrant

Posted in News Info on 08/08/2010 by slamet wibowo

Menurut Robert Kiyosaki ada 4 kuadran yang melambangkan bagaimana cara mendapatkan uang bagi sekelompok orang, secara berurutan, sebagai berikut:

1. Employee
2. Self-employee
3. Investor
4. Business Owner

Employee dan Self-employee berada di sisi kiri, sedangkan Investor dan Business Owner berada di sisi kanan.

Employee dan Self-employee adalah orang- orang yang mengutamakan keamanan. Business owner dan Investor adalah orang – orang yang mengutamakan kebebasan.

Perbedaan antara Self-employee dengan Business Owner adalah Self-employee tidak bisa ditinggal dan selalu memerlukan orang tersebut.

Sedangkan ciri – ciri True Business Owner adalah walau ditinggal pemiliknya selama satu tahun, bisnisnya tetap menguntungkan dan berkembang. Orang bisa kaya dan miskin di empat kuadran tersebut.

Apabila Employee dan Self-employee sakit maka income akan terganggu. Sedangkan pemilik bisnis dan investor, bisnis dan investasinya menjadi asset yang terus menghasilkan pemasukan dengan atau tanpa bekerja.

Semua orang yang mempunyai rekening di bank boleh dikatakan investor, karena simpanan di bank akan menghasilkan bunga. Namun menurut Robert Kiyosaki menabung di bank adalah investasi yang paling menyedihkan. Kenapa? Seperti kondisi saat ini bunga bank hanya sekitar 5 – 6%, sedangkan inflasi sekitar 7%, jadi sebenarnya uangnya akan berkurang bukan bertambah.

Robert T Kiyosaki

Menurut Robert Kiyosaki rata-rata orang kaya memperoleh 70% dari sisi kanan kuadran plus 30% dari sisi kiri. Tidak peduli berapa banyak uang yang dihasilkan seseorang, mereka akan merasa lebih aman jika beroperasi di lebih dari satu kuadran.

Keamanan finansial berarti mempunyai pijakan yg kuat di kedua sisi kuadran. Jalan yang disarankan oleh Robert Kiyosaki baik dari E ataupun S lebih baik kita masuk ke B lebih dahulu karena pengalaman dan pendidikan dan cashflow. Jika sukses sebagai seorang B maka kita akan mendapatkan kesempatan menjadi I yang kuat, karena I akan menambah uangnya di B.

Karena sudah pernah menjadi B maka kita bisa mengenali B yang lain yang lebih bagus. Sangat beresiko berinvestasi pada seorang E atau S yang tidak mengetahui perbedaan antara sebuah sistem dengan produk atau yang tidak mempunyai ketrampilan kepemimpinan yang baik.

Jika memiliki bisnis yang berjalan dengan baik maka kita akan mempunyai waktu luang dan uang untuk berinvestasi di kuadran I dengan baik.

*TDWClub articles

Matematika

Posted in Humor on 09/07/2010 by slamet wibowo

Di salah satu sekolah dasar di Yogyakarta, seorang guru mengajarkan matematika, dengan menggunakan uang rupiah sebagai sarana penyampaiannya.

Bu Guru bertanya, “Perhatikan anak-anak, pada uang rupiah yang bergambar Pak Harto berapakah nilai rupiahnya?”

Murid-murid menjawab, “Lima puluh ribu, Bu Guru!”

Bu Guru bertanya lagi, “Sekarang perhatikan, pada uang rupiah yang bergambar monyet di hutan berapakah nilai rupiahnya?”

Murid-murid menjawab, “Lima ratus, Bu Guru!”

Untuk mentest kekuatan penalaran murid-muridnya, dengan penuh selidik, Bu Guru bertanya, “Jadi apa kesimpulan yang dapat kita tarik dari gambar dan nilai masing-masing uang rupiah tersebut anak-anak?”

Murid-murid secara serempak menjawab, “Lima puluh ribu dibagi lima ratus adalah seratus, Bu Guru. Jadi menurut mata uang kita, Pak Harto sama nilainya dengan seratus monyet di hutan, Bu Guru!”

3 sistem Biz ===> Freedom

Posted in News Info on 23/06/2010 by slamet wibowo

Tiga jenis sistem bisnis :

  1. Perusahaan tradisional
  2. Bisnis waralaba
  3. Pemasaran jaringan

 

Untuk membedakan apakah kita pemilik bisnis sesungguhnya atau Self Employee adalah, bila bisnis milik kita tersebut kita tinggal selama satu tahun, bisnis tersebut masih menguntungkan dan berkembang, berarti kita adalah pemilik bisnis sesungguhnya dan bisnis tersebut jalan dengan atau tanpa kita.

Menurut Robert Kiyosaki ada 3 jenis sistem yang membuat kita bisa mendapatkan passive income tanpa kita harus bekerja untuk selama-lamanya :

 

Pertama, sistem tradisional adalah dimana Anda mengembangkan sistem Anda sendiri. Untuk mengembangkan sistem bisnis sendiri kita harus mempunyai pembimbing. Pembimbing adalah seseorang yang sudah melakukan apa yang Anda ingin lakukan dan berhasil dalam melakukannya. Jangan mencari penasehat, Penasehat adalah orang yang memberi tahu cara melakukan tapi dia sendiri belum melakukannya.

Kedua, Bisnis waralaba. Cara lain mempelajari sistem adalah dengan membeli sebuah usaha waralaba. Dengan membelinya Anda sudah membeli sebuah sistem yang sudah berjalan, sudah dicoba serta sudah terbukti. Jika membeli sebuah sistem waralaba jadilah seorang ”Employee”. Lakukan persis seperti yang mereka katakan. Jangan menjadi ”Self-employee” atau orang yang ingin melakukan dengan cara mereka sendiri.

Ketiga, Pemasaran jaringan. Juga disebut sebagai Multilevel atau Sistem Distribusi Langsung. Dimana Anda membeli dan menjadi bagian sebuah sistem yang sudah ada.

Untuk mengikuti bisnis jaringan atau waralaba yang bagus menurut Robert Kiyosaki :

  1. Merupakan organisasi yang telah terbukti baik dan mempunyai catatan prestasi yang bagus serta sistem distribusi dan program kompensasi yang sudah sukses selama bertahun-tahun.
  2. Mempunyai peluang bisnis yang bisa berhasil Anda jalankan, yang bisa Anda percayai, dan bisa Anda bagi dengan penuh keyakinan dengan orang lain.
  3. Mempunyai program pendidikan jangka panjang yang terus berlangsung yang bertujuan mengembangkan Anda sebagai manusia. Rasa percaya diri mutlak diperlukan disisi kanan Quadrant.
  4. Mempunyai program bimbingan yang kuat. Anda ingin belajar dari para pemimpin, bukan penasihat. Orang-orang yang sudah menjadi pemimpin disisi kanan quadrant dan yang ingin Anda berhasil.
  5. Mempunyai orang-orang yang Anda hormati dan sukai.

*dari berbagai sumber

Siapakah Luqmanul Hakim itu?

Posted in Religion on 19/06/2009 by slamet wibowo

Allah menyebut Luqmanul Hakim dalam Al qur’an. Namun apakah kita tahu siapakah Luqmanul Hakim itu? Pada jaman nabi siapakah Luqmanul hakim? Seberapa istimewakah seorang Luqmanul hakim sampai – sampai Allah mengisahkan wasiat – wasiatnya dalam Al qur’an.

Menurut riwayat, luqmanul hakim bernama asli Luqman bin ‘Anqa bin Sadun. Ada juga yang mengatakan bahwa namanya adalah Luqman bin Tsaran, ada pula yang mengatakan namanya adalah Ibnu Ba’ur bin Nahir bin Aazir. Mujahid berkata “Luqman adalah seorang hamba sahaya berkulit hitam, berbibir tebal, dan berkaki retak – retak”. Menurut pendapat yang masyhur dikalangan ulama bahwa Luqmanul Hakim adalah seorang wali yang bijaksana dan saleh, dan bukan seorang nabi. Mengenai pekerjaannya para ulama masih berselisih pendapat, ada yang mengatakan bahwa beliau adalah seorang penjahit, ada yang mengatakan bahwa beliau adalah seorang pencari kayu baker, ada yang mengatakan bahwa beliau adalah seorang penggembala domba dan ada pula yang mengatakan bahwa beliau adalah seorang hakim dikalangan bani israil pada jaman nabi Dawud a.s.

Abu Darda berkata tentang Luqman, “ia tidak diberi anugerah keluarga, harta, dan pangkat. Namun ia adalah seorang yang keras, sering berdiam karena berfikir dalam pandangannya, tidak pernah tidur siang sekalipun, tidak ada seorangpun yang melihatnya meludah, mengeluarkan ingus, kencing, buang air besar, mandi, main-main, dan tertawa. Ia juga tidak pernah mengulang suatu ucapan yang pernah diucapkannya kecuali hikmah yang diminta untuk diulang oleh seseorang. Ia pernah menikah dan mempunyai anak, namun mereka meninggal semuanya, tetapi ia tidak menangis atas kematian mereka. Ia datangi pejabat, dan mendatangi pengausa untuk berfikir dan mengambil ibrah, oleh karena itu, ia mendapatkan anugerah hikmah seperti itu”

Tuannya pernah berkata kepadanya “sembelihlah seekor domba, kemudian berikanlah kepada saya dua bagian tubuh domba itu yang paling baik”. Maka Luqman memberikan kepadanya lidah dan hati domba itu. Setelah itu ia memerintahkan untuk menyembelih domba lagi dan memerintahkan kepadanya “buanglah dua bagian dari tubuh domba itu yang paling buruk”. Maka Luqman pun membuang lidah dan hati domba itu. Mendapati hal itu tuannya berkata “saya memerintahkanmu untuk memberikan kepadaku dua bagian dari tubuh domba yang paling baik kemudian engkaupun memberikan ku lidah dan hatinya! Berikutnya aku memerintahkanmu untuk membuang dua bagian tubuh domba yang paling buruk, dan engkaupun membuang lidah dan hatinya, mengapa begitu?” Luqman menjawab, “karena tidak ada bagian tubuhnya yang lebih baik dari keduanya jika keduanya baik, dan tidak ada bagian tubuhnya yang paling buruk dari keduanya jika keduanya buruk”

Di zaman Nabi Siapakah Luqmanul Hakim Itu?

Luqmanul Hakim hidup pada masa Nabi Dawud a.s, karena al-Hakim meriwayatkan dalam kitab mustadrak sebuah riwayat dari Anas bin Malik yang mengatakan bahwa suatu ketika Luqman sedang bersama Dawud a.s melakukan seperti ini (sesuatu tindakan) dengan tangannya. Menyaksikan hal itu Luqman merasa heran dan ingin bertanya kepadanya, tapi hikmahnya menghalanginya untuk bertanya kepadanya. Maka ketika Dawud a.s selesai dengan perisai itu, ia pun segera mengenakannya kepada dirinya. Dan berkata “bagus sekali baju besi ini.”

Mendapati hal itu Luqman berkata “berdiam adalah hikmah, tetapi sedikit sekali orang yang melakukannya. Tadi saya ingin bertanya kepadamu, tetapi saya kemudian memilih diam hingga engkau sendiri yang menjelaskan apa yang ingin saya tanyakan”

Wasiat – wasiat Luqmanul Hakim dalam Alqur’anul karim

  1. kemusyrikan adalah kezaliman yang besar

  2. Kekuasaan Allah, Keluasan Ilmu dan Kengerian Hisab-Nya

  3. Shalat

  4. Amar Ma’ruf Nahi Munkar

  5. bersabarlah terhadap apa yang menimpamu

  6. berakhlak baik

Wasiat Ibu & anak perempuannya

Posted in Renungan on 19/06/2009 by slamet wibowo

Oleh: Abu Abdurrahman bin Abdurrahman Ash-Shabihi

Anjuran Berwasiat Kepada Calon Isteri
Anas mengatakan bahwasanya para sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam jika mempersembahkan (menikahkan) anak perempuan kepada calon suaminya, mereka memerintahkan kepadanya untuk berkhidmat kepada suami dan senantiasa menjaga hak suami.

Pesan Bapak Kepada Anak Perempuannya Saat Pernikahan
Abdullah bin Ja’far bin Abu Thalib mewasiatkan anak perempuannya, seraya berkata, “Jauhilah olehmu perasaan cemburu, karena rasa cemburu adalah kunci jatuhnya thalak. Juga jauhilah olehmu banyak mengeluh, karena keluh kesah menimbulkan kemarahan, dan hendaklah kamu memakai celak mata karena itu adalah perhiasan yang paling indah dan wewangian yang paling harum”.

Pesan Ibu Kepada Anak Perempuannya
Diriwayatkan bahwa Asma binti Kharijah Al-Farzari berpesan kepada anak perempuannya disaat pernikahannya, “Sesungguhnya engkau telah keluar dari sarang yang engkau tempati menuju hamparan yang tidak engkau ketahui, juga menuju teman yang engkau belum merasa rukun dengannya. Oleh karena itu jadilah engkau sebagai bumi baginya, maka dia akan menjadi langit untukmu. Jadilah engkau hamparan baginya, niscaya ia akan menjadi tiang untukmu. Jadilah engkau hamba sahaya baginya, maka niscaya ia akan menjadi hamba untukmu. Janganlah engkau meremehkannya, karena niscaya dia akan membencimu dan janganlah menjauh darinya karena dia akan melupakanmu. Jika dia mendekat kepadamu maka dekatkanlah dirimu, dan jika dia menjauhimu maka menjauhlah darinya. Jagalah hidungnya, pendengarannya, dan matanya. Janganlah ia mencium sesuatu darimu kecuali wewangian dan janganlah ia melihatmu kecuali engkau dalam keadaan cantik. [1]

Pesan Amamah binti Harits Kepada Anak Perempuannya Saat Pernikahan.
Amamah bin Harits berpesan kepda anak perempuannya tatkala membawanya kepada calon suaminya, “Wahai anak perempuanku! Bahwasanya jika wasiat ditinggalkan karena suatu keistimewaan atau keturunan maka aku menjauh darimu. Akan tetapi wasiat merupakan pengingat bagi orang yang mulia dan bekal bagi orang yang berakal. Wahai anak perempuanku! Jika seorang perempuan merasa cukup terhadap suami lantaran kekayaan kedua orang tuanya dan hajat kedua orang tua kepadanya, maka aku adalah orang yang paling merasa cukup dari semua itu. Akan tetapi perempuan diciptakan untuk laki-laki dan laki-lakai diciptakan untuk perempuan. Oleh karena itu, wahai anak perempuanku! Jagalah sepuluh perkara ini.

Pertama dan kedua : Perlakuan dengan sifat qana’ah dan mu’asyarah melalui perhatian yang baik dan ta’at, karena pada qan’aah terdapat kebahagiaan qalbu, dan pada ketaatan terdapat keridhaan Tuhan.

Ketiga dan keempat : Buatlah janji dihadapannya dan beritrospeksilah dihadapannya. Jangan sampai ia memandang jelek dirimu, dan jangan sampai ia mencium darimu kecuali wewangian.

Kelima dan keenam : Perhatikanlah waktu makan dan tenangkanlah ia tatkala tidur, karena panas kelaparan sangat menjengkelkan dan gangguan tidur menjengkelkan.

Ketujuh dan kedelapan : Jagalah harta dan keluarganya. Dikarenakan kekuasaan dalam harta artinya pengaturan keuangan yang bagus, dan kekuasaan dalam keluarga artinya perlakuan yang baik.

Kesembilan dan kesepuluh : Jangan engkau sebarluaskan rahasianya, serta jangan engkau langgar peraturannya. Jika engkau menyebarluaskan rahasianya berarti engkau tidak menjaga kehormatannya. Jika engkau melanggar perintahnya berarti engkau merobek dadanya. [2]

Bahwasanya keagungan baginya yang paling besar adalah kemuliaan yang engkau persembahkan untuknya, dan kedamaian yang paling besar baginya adalah perlakuanmu yang paling baik. Ketahuilah, bahwasanya engkau tidak merasakan hal tersebut, sehingga engkau mempengaruhi keinginannya terhadap keinginanmu dan keridhaannya terhadap keridhaanmu (baik terhadap hal yang engkau sukai atau yang engkau benci). Jauhilah menampakkan kebahagiaan dihadapannya jika ia sedang risau, atau menampakkan kesedihan tatkala ia sedang gembira.

Tatkala Ibnu Al-Ahwash membawa anak perempuannya kepada amirul mukminin Ustman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu, dan orang tuanya telah memberinya nasihat, Ustman berkata, “Pondasi mana saja, bahwasanya engkau mengutamakan perempuan dari suku Quraisy, karena mereka adalah perempuan yang paling pandai memakai wewangian daripada engkau. Oleh karena itu perliharalah dua perkataan : Nikahlah dan pakailah wewangian dengan menggunakan air hingga wangimu seperti bau yang ditimpa air hujan.

Ummu Mu’ashirah menasihati anak perempuannya dengan nasihat sebagai berikut (sungguh aku membuatnya tersenyum bercampur sedih): Wahai anakku.. engkau menerima untuk menempuh hidup baru… kehidupan yang mana ibu dan bapakmu tidak mempunyai tempat di dalamnya, atau salah seorang dari saudaramu. Dalam kehidupan tersebut engkau menjadi teman bagi suamimu, yang tidak menginginkan seorangpun ikut campur dalam urusanmu, bahkan juga daging darahmu. Jadilah istri untuknya wahai anakku, dan jadilah ibu untuknya. Kemudian jadikanlah ia merasakan bahwa engkau adalah segala-galanya dalam kehidupannya, dan segala-galanya di dunia.

Ingatlah selalu bahwasanaya laki-laki anak-anak atau dewasa memiliki kata-kata manis yang lebih sedikit, yang dapat membahagiankannya. Janganlah engkau membuatnya berperasaan bahwa dia menikahimu menyebabkanmu merasa jauh dari keluarga dan sanak kerabatmu. Sesungguhnya perasaan ini sama dengan yang ia rasakan, karena dia juga meninggalkan rumah orang tuanya, dan keluarga karena dirimu. Tetapi perbedaan antara dia dan kamu adalah perbedaan antara laki-laki dan perempuan, dan perempuan selalu rindu kepada keluarga dan tempat ia dilahirkan, berkembang, besar dan menimba ilmu pengetahuan. Akan tetapi sebagai seorang isteri ia harus kembali kepada kehidupan baru. Dia harus membangun hidupnya bersama laki-laki yang menjadi suami dan perlindungannya, serta bapak dari anak-anaknya. Inilah duaniamu yang baru.

Wahai anakku, inilah kenyataan yang engkau hadapi dan inilah masa depanmu. Inilah keluargamu, dimana engkau dan suamimu bekerja sama dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Adapun bapakmu, itu dulu. Sesungguhnya aku tidak memintamu untuk melupakan bapakmu, ibumu dan sanak saudaramu, karena mereka tidak akan melupakanmu selamanya wahai buah hatiku. Bagaimana mungkin seorang ibu melupakan buah hatinya. Akan tetapi aku memintamu untuk mencintai suamimu dan hidup bersamanya, dan engkau bahagia dengan kehidupan barumu bersamanya.

Seorang perempuan berwasiat kepada anak perempuannya, seraya berkata, “Wahai anakku, jangan kamu lupa dengan kebersihan badanmu, karena kebersihan badanmu menambah kecintaan suamimu padamu. Kebersihan rumahmu dapat melapangkan dadamu, memperbaiki hubunganmu, menyinari wajahmu sehingga menjadikanmu selalu cantik, dicintai, serta dimuliakan di sisi suamimu. Selain itu disenangi keluargamu, kerabatmu, para tamu, dan setiap orang yang melihat kebersihan badan dan rumah akan merasakan ketentraman dan kesenangan jiwa”.

[Disalin dari buku Risalah Ilal Arusain wa Fatawa Az-Zawaz wa Muasyaratu An-Nisaa, Edisi Indonesia Petunjuk Praktis dan Fatwa Pernikahan, Penulis Abu Abdurrahman Ash-Shahibi,Penerbit Najla Press]
_________

Cinta Sejati

Posted in Renungan on 18/06/2009 by slamet wibowo

Seorang hamba sahaya bernama Tsauban amat menyayangi dan merindui Nabi Muhammad saw. Sehari tidak berjumpa Nabi, dia rasakan seperti setahun. Kalau boleh dia hendak bersama Nabi setiap masa. Jika tidak bertemu Rasulullah, dia amat berasa sedih, murung dan seringkali menangis. Rasulullah juga demikian terhadap Tsauban. Baginda mengetahui betapa hebatnya kasihsayang Tsauban terhadap dirinya.

Suatu hari Tsauban berjumpa Rasulullah saw. Katanya “Ya Rasulullah, saya sebenarnya tidak sakit, tapi saya sangat sedih jika berpisah dan tidak bertemu denganmu walaupun sekejap. Jika dapat bertemu, barulah hatiku tenang dan bergembira sekali. Apabila memikirkan akhirat, hati saya bertambah cemas, takut-takut tidak dapat bersama denganmu. Kedudukanmu sudah tentu di syurga yang tinggi, manakala saya belum tentu kemungkinan di syurga paling bawah atau paling membimbangkan tidak dimasukkan ke dalam syurga langsung. Ketika itu saya tentu tidak bersua muka denganmu lagi.”

Mendengar kata Tsauban, baginda amat terharu. Namun baginda tidak dapat berbuat apa-apa kerana itu urusan Allah. Setelah peristiwa itu, turunlah wahyu kepada Rasulullah saw, bermaksud “Barangsiapa yang taat kepada Allah dan RasulNya, maka mereka itu nanti akan bersama mereka yang diberi nikmat oleh Allah iaitu para nabi, syuhada, orang-orang soleh dan mereka yang sebaik-baik teman.” Mendengarkan jaminan Allah ini, Tsauban menjadi gembira semula.

MORAL & IKTIBAR

Cinta kepada Rasulullah adalah cinta sejati yang berlandaskan keimanan yang tulen
Mencintai Rasul bermakna mencintai Allah
Kita bersama siapa yang kita sayangi. Jika di dunia sayangkan nabi, insyallah kita bersama nabi di akhirat nanti
Hati yang dalam kecintaan terhadap seseorang akan merasa rindu yang teramat sangat jika tidak bertemu
Pasangan sahabat yang berjumpa dan berpisah kerana Allah semata-mata akan mendapat naungan Arasy di hari akhirat kelak
Rasulullah amat mengetahui mana-mana umatnya yang mencintai baginda, meskipun baginda sudah wafat.
Rasulullah memberi syafaat kepada sesiapa di antara umatnya yang mengasihi baginda
Sebaik-baik sahabat ialah mereka yang berkawan di atas landasan keagamaan dan semata-mata kerana Allah.

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.